Bahaya Obesitas atau Kegemukan Pada Anak

INFO NOMOR WHATSAPP KAMI YANG AKTIF ADALAH
085-711-456-252

Bahaya Obesitas atau Kegemukan Pada Anak  – Risiko yang diakibatkan peningkatan berat badan merupakan salah satu konsekuensi dari kebiasaan jajan di luar rumah. banyaknya Makanan cepat saji dan restoran sering kali memiliki kadar lemak dan gula yang tinggi, melebihi dari yang dibutuhkan tubuh, sehingga dapat menyebabkan penyakit kronis ketika dikonsumsi dalam jumlah besar. Berat badan yang berlebih juga dapat mempengaruhi kepercayaan diri anak, yang jika dibiarkan lama dapat memicu depresi.

 

Apa itu Obesitas ?

Obesitas adalah menumpuknya lemak dalam tubuh secara berlebihan. Obesitas pada remaja dua kali lebih sering terjadi dibanding orang dewasa sejak 30 tahun yang lalu. Meskipun umumnya komplikasi obesitas terjadi pada usia dewasa, namun remaja yang kegemukan lebih memungkinkan terkena tekanan darah tinggi dan diabetes tipe 2 dibanding remaja lainnya.

Obesitas ini terjadi karena berat badan yang tidak ideal dengan tinggi badan. Namun perlu diketahui bahwa ketidak seimbangan itu belum tentu obesitas. Oleh sebab itu, marilah kita kenali lebih dalam apa itu obesitas, terutama obesitas pada remaja.

Dalam kamus kedokteran obesitas mempunyai arti sebagai akumulasi/ penumpukan lemak berlebih dalam tubuh, sehingga menyebabkan peningkatan berat badan yang tidak wajar dan tidak sesuai dengan tinggi badan serta usia. Salah satu standar untuk mengenali obesitas yang sering dipakai adalah Indeks Massa Tubuh (IMT) > 30 kg/m².

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya obesitas adalah sebagai berikut:

  • Pola makan yang terlalu banyak mengandung gula, kalori serta lemak. Makanan siap saji dan makanan dengan kadar gula tinggi adalah faktor utama yang dapat menyebabkan terjadinya obesitas.
  • Kurang olahraga. Mager atau males gerak juga menjadi sumber utama penyebab terjadinya obesitas. Seseorang yang jarang melakukan olah raga berat badannya akan cenderung meningkat.
  • Faktor Psikologis. Seoarang remaja yang sering mengalami stress atau masalah-masalah yang erat kaitannya dengan emosi juga rentan menimbulkan obesitas.
  • Riwayat Keluarga. Obesitas ini juga terjadi karena riwayat keluarga. Biasanya seseorang yang dilahirkan dari keluarga dengan berat badan berlebih juga akan menurunkan anak dengan berat badan berlebih juga. Selain itu, kebiasaan suatu keluarga yang suka mengkonsumsi kalori dengan kadar tinggi juga rentan menimbulkan obesitas.

Gejala pada penderita Obesitas

Obesitas adalah hal yang berbeda dari kelebihan berat badan. Kelebihan berat badan adalah dimana berat badan yang tidak ideal dari usia dan tinggi bedan yang meliputi lemak, tulang, otot dan air. Sedangkan obesitas adalah terjadinya suatu penumpukan lemak didalam tubuh secara berlebih.

Remaja lebih rentan dua kali lipat terkena obesitas dibanding orang dewasa sejak 30 tahun terakhir. Walaupun umumnya komplikasi obesitas terjadi saat dewasa, namun remaja yang mengalami obesitas akan lebih rentan terkena diabetes type 2 dan darah tinggi dibanding remaja lain yang tidak terkena obesitas. adapun tanda-tanda hal negatif penderita Obesitas adalah sebagai berikut :

Diagnosa dan Pengobatan Obesitas Pada Remaja

Mengalami Penurunan Prestasi Belajar

Studi lain yang dilakukan di Amerika Serikat menyebutkan bahwa anak yang mengonsumsi makanan cepat saji pada kelas 5 mengalami penurunan akademik di bidang membaca, matematika, ilmu sains, saat mereka berada di kelas 8 (2 SMP). Hasil tes mereka lebih rendah 20% dibandingkan anak yang tidak mengonsumsi makanan cepat saji.

Makanan cepat saji juga tidak mengandung nutrisi lengkap yang dibutuhkan anak untuk pertumbuhannya, salah satunya zat besi yang berperan penting dalam kemampuan berpikir otak dan fungsi kecerdasan lainnya. Sementara, makanan yang memiliki kadar gula dan lemak yang tinggi dapat merusak fungsi memori dan proses belajar anak.

Diagnosa dan cara pengobatan Obesitas Pada Anak & Remaja

penyebab obesitas
penyebab obesitasDiagnosa dan Pengobatan Obesitas Pada Remaja

Diagnosa pada penderita obesitas bisa dilakukan berdasarkan pemeriksaan dan penghitunagn indeks massa tubuh. Salah satu standar untuk mengenali obesitas yang sering dipakai adalah Indeks Massa Tubuh (IMT) > 30 kg/m².

Pengobatan dan penanganan yang perlu dilakukan untuk penderita obesitas antara lain:

  • Memperbaiki pola makannya dengan mengurangi kadar kalori, gula dan lemak dalam menu makannya. Dan buatlah kebiasaan makan sehat setiap harinya dengan asupan gizi yang seimbang.
  • Sering-sering berolahraga. Dengan rajin berolahraga lemak yang menumpuk dalam tubuh dapat terbakar dan berkurang sedikit demi sedikit.
  • Konseling atau bimbingan dan aktifitas yang dapat mengurangi stress dan fikiran negatif. Buat diri sendiri selalu riang dan percaya diri.

INFO NOMOR WHATSAPP KAMI YANG AKTIF ADALAH
085-711-456-252

BERBAGI

LEAVE A REPLY